Tidak Ada Transfer Karyawan Bagi Pemilik Anak Thalasemia

Di New Delhi, India, pegawai pemerintah yang memiliki anak-anak menderita Thalassemia dan Hemofilia akan dibebaskan dari transfer rutin pegawai dan tidak akan diminta untuk mengambil pensiun, sesuai aturan baru yang diumumkan pada Selasa lalu oleh pusat. Masalah mengenai cakupan ‘Cacat’ telah dikaji oleh Departemen tenaga dan pelatihan (DoPT) dalam konsultasi dengan Departemen Pemberdayaan Penyandang Cacat.

anak thalasemia dan hemofilia

Mengingat fakta bahwa anak menderita Thalassemia dan Hemofilia memerlukan konstan pengasuh dukungan dan itu akan menjadi penting bagi pegawai pemerintah untuk mengurus anak-anak mereka secara terus-menerus, telah memutuskan untuk memasukkan Thalassemia dan Hemofilia dalam kategori anak Cacat, mengatakan aturan baru yang dikeluarkan oleh DoPT.

Saat ini, karyawan dengan anak-anak yang menderita kebutaan atau penglihatan, pendengaran, lokomotor Cacat atau cerebral palsy, penyakit kusta, keterbelakangan mental, penyakit mental, beberapa cacat dan autism terhindar dari rutin transfer.

Pegawai pemerintah dengan anak cacat berfungsi sebagai pengasuh utama dan setiap perpindahan karyawan (transfer) tersebut akan memiliki bantalan pada rehabilitasi sistemik anak sejak lingkungan baru atau mengatur bisa membuktikan menjadi penghalang untuk proses rehabilitasi, sesuai kebijakan yang ada. “Oleh karena itu, seorang pegawai pemerintah yang juga pengasuh dari anak cacat dapat dibebaskan dari latihan rutin transfer atau rotasi transfer yang tunduk pada batasan administratif,” kata salah seorang pegawai.

Baca juga : Obat Thalasemia Mayor dan Minor

Pendidikan dan rehabilitasi Penyandang Cacat anak membutuhkan dukungan keuangan. Membuat pegawai pemerintah untuk memilih pensiun dengan dalih rutin transfer atau rotasi transfer akan memiliki dampak negatif pada proses rehabilitasi anak, kebijakan DoPT mengatakan dan mengecualikan karyawan tersebut dari transfer rutin dan menjadi seorang pensiun.

Ternyata, bukan hanya pemerintah Indonesia saja yang sudah memulai melakukan berbagai upaya bagi penderita thalasemia maupun hemofilia yang nyatanya tak banyak diketahui banyak orang. Semoga dengan berbagai upaya yang dilakukan untuk penderita thalasemi dan hemofilia bisa membuahkan hasil dan menurunkan risiko penyakit ini di kemudian hari.